
Di tengah aktivitas belajar sehari-hari, SD Kecil Bangkalan di Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memulai sebuah inisiatif sederhana namun bermakna yaitu menyiapkan kebun sekolah sebagai media pembelajaran lingkungan dan pangan lokal sehat.
Untuk memulai kegiatan tersebut, siswa, guru, dan orang tua siswa bersama-sama melakukan pembersihan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi kebun. Proses ini berlangsung selama beberapa hari dengan semangat gotong royong.

Pembersihan lahan dimulai pada 16 Juni 2025. Di hari pertama, siswa dan guru bekerja sama membersihkan sampah dan mencabut rumput liar (gulma). Para siswa tampak bersemangat, ada yang memungut sampah dan ada pula yang mencabut gulma menggunakan alat tradisional yang dalam bahasa mereka disebut “Sube”.
Pada hari kedua, orang tua siswa ikut terlibat. Kehadiran mereka memberi semangat tambahan. Sebagian membantu membuat pagar, sebagian lagi ikut mencabut rumput, dan lainnya menyiapkan makanan lokal untuk dinikmati bersama saat istirahat. Kolaborasi ini dalam bahasa Lauje disebut “Modundu Luan”, yang berarti gotong royong.

Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar penting tentang pentingnya kerja sama dan pembagian peran dalam mencapai tujuan bersama. Dengan adanya kebun sekolah, diharapkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengenal pangan lokal sehat dapat tumbuh sejak dini.
Lebih dari sekadar kebun, inisiatif ini menjadi ruang belajar bersama yang mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya belajar mengenal lingkungan dan pangan lokal, tetapi juga belajar menyuarakan hak-hak mereka dalam cara yang menyenangkan dan kreatif.

Discussion about this post