Kemajuan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hasil produksi, tetapi juga oleh kemampuannya untuk berhenti sejenak, merefleksikan perjalanan, lalu menyusun langkah yang lebih baik ke depan. Inilah yang dilakukan KUPS Seroja bersama LPHD Bondoyong melalui Rapat Koordinasi Semester sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan merancang masa depan bersama.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anggota kelompok untuk melakukan refleksi terhadap perkembangan kelembagaan maupun perubahan yang dirasakan oleh setiap individu. Bersama-sama, peserta mengidentifikasi capaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, solusi yang dapat dilakukan, serta menyusun rencana tindak lanjut agar pengelolaan kelompok semakin kuat dan berkelanjutan.

Selain refleksi, peserta juga mengidentifikasi berbagai kebutuhan KUPS Seroja dalam pengembangan usaha Gula Aren Seroja, mulai dari proses produksi, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran. Diskusi ini menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah penguatan usaha agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Seluruh proses dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menganalisis kondisi, menemukan solusi, dan merancang aksi bersama berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.

Melalui rapat koordinasi ini, dihasilkan refleksi bersama mengenai perkembangan kelompok sekaligus rencana kegiatan yang akan menjadi acuan dalam penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha Gula Aren Seroja pada periode berikutnya.

Discussion about this post