Di era digital, sebuah produk tidak cukup hanya memiliki kualitas yang baik. Agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas, produk juga membutuhkan cerita yang kuat. Inilah yang menjadi semangat di balik hadirnya Madu Telisak dan Kopi Telisak dalam Podcast Ruang Inspirasi yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sarolangun pada 16 Juli 2026 di Kantor Diskominfo Sarolangun.
Dalam kesempatan tersebut, Dorel Efendi, Fasilitator Ecopreneur Innovation Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi, hadir sebagai narasumber bersama Bustra Desman, S.E., M.M. Podcast ini menjadi ruang untuk memperkenalkan produk-produk unggulan perhutanan sosial yang dikembangkan oleh masyarakat Dusun III Trans SAD Sepintun, sekaligus mengangkat kisah, nilai, dan potensi yang melatarbelakangi setiap produk.
Menurut Dorel, pengembangan produk lokal tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas dan pemasaran, tetapi juga pada bagaimana membangun narasi yang mampu menghubungkan produk dengan konsumennya.
“Kita mendorong produk yang dikembangkan ini berdasarkan potensi lokal yang ada. Tidak hanya potensi sumber daya alam, tetapi juga potensi budaya, narasi, dan histori,” ujar Dorel.
Melalui pendekatan tersebut, Madu Telisak dan Kopi Telisak tidak hanya dikenal sebagai hasil perhutanan sosial, tetapi juga sebagai representasi kekayaan alam, budaya, dan perjalanan masyarakat yang mengelolanya. Cerita di balik produk menjadi nilai tambah yang membedakannya dari produk lain di pasaran.

Partisipasi dalam Podcast Ruang Inspirasi menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Madu Telisak dan Kopi Telisak kepada publik. Lebih dari sekadar promosi, kegiatan ini menunjukkan bahwa membangun produk lokal berarti juga membangun cerita, memperkuat identitas daerah, dan menghadirkan kebanggaan terhadap potensi yang dimiliki masyarakat Sarolangun.

Discussion about this post