Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI BERITA
FGD dan Dialog Para Pihak Untuk Kebijakan Penguatan Peran Anak Dalam Pembangunan Daerah

FGD dan Dialog Para Pihak Untuk Kebijakan Penguatan Peran Anak Dalam Pembangunan Daerah

Yayasan CAPPA Gelar Dialog: Dorong Kebijakan Penguatan Peran Anak dalam Pembangunan Melalui Hak Atas Lingkungan dan Pangan Lokal

Muhammad Zuhdi

10/07/2025
in BERITA, PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan
FGD dan Dialog Para Pihak Untuk Kebijakan Penguatan Peran Anak Dalam Pembangunan Daerah

JAMBI, 7 Juli 2025 – Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi hari ini sukses menyelenggarakan dialog multi-pihak yang berfokus pada penguatan peran anak dalam pembangunan, khususnya melalui pemenuhan hak atas lingkungan yang sehat dan pangan lokal yang berkelanjutan. Acara ini merupakan respons krusial terhadap tantangan global yang semakin kompleks seperti krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi, yang secara signifikan memengaruhi kehidupan anak-anak.

Sejalan dengan Konvensi Hak Anak PBB yang telah diratifikasi Indonesia, inisiatif ini bertujuan memastikan anak-anak, terutama mereka yang tinggal di komunitas adat dan pedesaan, tidak hanya terlindungi tetapi juga diberdayakan untuk menjadi agen perubahan bagi masa depan mereka.

FGD Pembelajaran CSO

Sebelum dialog utama, pagi hingga siang hari diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembelajaran CSO. FGD ini menghadirkan perwakilan dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan, Save The Children Indonesia, dan Yayasan CAPPA sebagai pemantik diskusi. Mereka berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengadvokasi hak-hak anak serta mendorong partisipasi mereka dalam isu lingkungan dan pangan.

Pada sesi dialog multi-pihak di siang harinya, beragam pemangku kepentingan yang berkomitmen terhadap hak anak dan kelestarian lingkungan berkumpul. Hadir perwakilan dari pemerintah pusat, yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), serta pemerintah daerah dari Kabupaten Sarolangun, yaitu dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Ketahanan Pangan dan dari KPHP Sarolangun Hilir.

Organisasi masyarakat sipil dari Jambi dan daerah lain, seperti Sokola Institute, Pundi Sumatera, Wanita Alam Lestari, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan, dan Yayasan Setara Jambi

Organisasi internasional UNICEF, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Sarolangun, serta perwakilan dari sektor swasta Asia Pulp & Paper (APP) turut menjadi pemantik diskusi. Berbagai organisasi masyarakat sipil dari Jambi dan daerah lain, seperti Sokola Institute, Pundi Sumatera, Wanita Alam Lestari, Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Medan, dan Yayasan Setara Jambi, juga berkontribusi aktif. Tidak ketinggalan, para praktisi pendidikan, guru dari Sepintun, pengelola rumah baca komunitas yaitu Rumah Baca Jambi Kota Seberang dan Rumah Baca Madani Sarolangun, dan dari PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) dan yang terpenting, perwakilan murid pemenang lomba yang ikut hadir pada saat penyerahan hadiah pemenang.

Anak-anak bukanlah objek pasif dari kepentingan orang dewasa, melainkan subjek yang memiliki hak untuk berperan aktif dalam pembangunan,” ujar Kepala Sekretariat Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi, Bapak Muhammad Zuhdi. Di tengah ancaman krisis ekologi, suara dan partisipasi anak-anak dalam menjaga lingkungan hidup serta kedaulatan pangan lokal menjadi sangat relevan.

Kepala Sekretariat Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi – Bapak Muhammad Zuhdi (Cik Edi)

Lelaki yang akrab disapa Cik Edi ini juga menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi mereka untuk berinovasi dan berkontribusi secara kreatif.” Beliau menutup sambutannya dengan menekankan bahwa kehadiran multi-pihak, mulai dari kementerian hingga komunitas akar rumput dan anak-anak itu sendiri, adalah bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama.

Ketua Badan Pengurus Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi – Bapak Rivani Noor

Sebelum memandu diskusi, Bapak Rivani Noor, Ketua Badan Pengurus Yayasan CAPPA, mengingatkan komitmen CAPPA untuk melindungi hak anak. Beliau mendorong pelaporan indikasi dan pelanggaran hak anak melalui nomor telepon dan email CAPPA yang tersedia di situs web Cappa.id. Selain itu, CAPPA juga berkomitmen mengurangi sampah dengan tidak mengonsumsi makanan kemasan dan botol plastik.

Direktur Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi – Ibu Utari Octika Rani

Pada sesi FGD Pembelajaran, Ibu Utari Octika Rani, Direktur Yayasan CAPPA, menjelaskan bahwa CAPPA memperkenalkan konsep lingkungan bersih dan pangan lokal sehat kepada anak-anak di sekolah. Ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dini terhadap isu lingkungan dan pangan lokal, dengan melibatkan orang tua dan guru untuk membangun kesadaran secara terintegrasi.

Ibu Suryani dari Save The Children menyoroti bahwa perubahan iklim adalah isu global dengan dampak lokal, di mana anak-anak adalah kelompok rentan sekaligus agen perubahan. Oleh karena itu, kebijakan harus menciptakan ruang partisipasi yang bermakna dan nyaman bagi anak. Hal ini diperkuat oleh Ibu Keumala Dewi dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang menyatakan bahwa keadilan ekologi adalah tentang hak anak atas lingkungan dan pangan sehat, di mana mereka memiliki ruang untuk berpendapat. Minimnya pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) berdampak pada minimnya kapasitas, kemampuan, dan peluang untuk meningkatkan hak anak.

Pemberian hadiah kepada pemenang lomba Menggambar dan Mewarnai pada Festival Hak Anak atas Lingkungan Hidup Bersih dan Pangan Lokal Sehat di SD 213Sepintun

Dalam seri dialog para pihak, Ibu Assa Prihabsari dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyampaikan bahwa anak adalah kelompok paling rentan terhadap dampak krisis lingkungan dan perubahan iklim. Kemen PPPA telah menyusun rencana strategis berbasis gender dan hak anak.

Ibu Lukita Setyarso dari UNICEF menambahkan bahwa anak-anak harus diberi ruang untuk berpartisipasi dan berpendapat tanpa tekanan atau paksaan dari orang dewasa, terutama dalam Musrenbang yang melibatkan anak secara bermakna, bukan sekadar pemenuhan kuota kehadiran. Beliau juga menekankan pentingnya pengelola bisnis untuk lebih memperhatikan hak-hak anak, karena anak merupakan bagian tak terpisahkan dari operasi bisnis.

Sementara itu, Ibu Lulu Andriyani, perwakilan dari Asia Pulp Paper (APP), menjelaskan bahwa dalam implementasi hak anak di perusahaan, anak-anak dijadikan mitra masa depan dan hak anak dimasukkan sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun, Bapak Yudis Kenromora, S.STP., MH

Bapak Yudis Kenromora, S.STP., MH Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun, memaparkan bahwa DP3A telah membentuk forum anak ditingkat kecamatan sebagai wadah bagi anak untuk menyampaikan pendapat dan berekspresi. Kabupaten Sarolangun juga memiliki Peraturan Bupati tentang Kabupaten Layak Anak dan sudah memiliki 2 desa ramah perempuan dan peduli anak.

Salah satu peserta dialog juga mengajukan pertanyaan penting tentang akses masyarakat adat (Orang Rimba) terhadap hak hidup dan hak pendidikan yang sama seperti masyarakat pada umumnya, serta apakah forum anak kecamatan juga merangkul Orang Rimba.

Dialog ini menghasilkan komitmen untuk melakukan pertemuan belajar bersama tentang pendekatan dalam membangun ekosistem yang nyaman bagi anak-anak, salah satunya melalui Kebijakan Perlindungan Anak (Child Protection Policy) melalui forum diskusi bersama. Selain itu, ketahanan iklim dan hak anak harus terus diperjuangkan karena keadilan ekologi adalah jembatan menuju hak anak, HAM, dan keberlanjutan ekosistem yang dapat didorong melalui Sekolah Cerdas Iklim (Sekoci).

Tentang Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi: 

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi adalah organisasi masyarakat sipil yang bekerja untuk memperjuangkan keadilan ekologis dan hak-hak komunitas, termasuk hak anak. Melalui berbagai inisiatif, CAPPA berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial.

 

Kontak:

Utari Octika Rani : 0851-7973-2535

Dorel Efendi : +62 813-6762-4434

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Mewujudkan Sekolah Hijau dari Suara Anak
  • Panen Ubi Kayu di MIS Al-Amin Bondoyong
  • Lokakarya Kewirausahaan Ekonomi Sirkular dan Inklusif
  • Berbagi Cerita dalam kegiatan sustainability Week Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Tadulako
  • Budaya Nalak Ikan Masyarakat Batin Sembilan yang Bergantung pada Hutan

Recent Comments

    Archives

    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist