Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI BERITA

Ecopreneur Kampung Sepintun Kenalkan Kopi Excelsa hingga Madu Sialang di Pekan Budaya Sarolangun

04/05/2026
in BERITA, PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

JAMBI (1 Mei 2026) – Ecopreneur kampung dari Sepintun yang tergabung dalam Koperasi Suku Dalam Sejahtera memperkenalkan sejumlah produk lokal dalam kegiatan Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pseko, Festival Jambi Elok Nian 2026 yang berlangsung di kawasan Taman Mini Melayu Jambi, Arena Eks MTQ, Kota Jambi.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026 itu menjadi ruang bagi produk-produk dari Sepintun untuk tampil di hadapan publik, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pengunjung kegiatan budaya. Tiga perempuan dari Sepintun, yakni Supik, Gabek, dan Ayu, hadir membawa produk yang diproduksi oleh Koperasi Suku Dalam Sejahtera.

Dalam kesempatan ini, Dorel Efendi sebagai fasilitator dari Yayasan CAPPA turut mendampingi para ecopreneur kampung, memastikan setiap narasi produk tersampaikan dengan baik kepada pengunjung sekaligus memperkuat jejaring pemasaran bagi komunitas.

 

Supik, Gabek, dan Ayu, Perempuan dari Sepintun yang mengikuti Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pseko, Festival Jambi Elok Nian 2026

Produk yang diperkenalkan meliputi Kopi Telisak, Madu Telisak, Kunju, dan Hulu. Keempat produk tersebut membawa cerita berbeda tentang potensi kampung, mulai dari budidaya kopi berbasis agroforestry, pengelolaan madu melalui kearifan lokal besialang, anyaman perempuan, hingga olahan resin kreatif anak muda Batin Telisak.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah Kopi Telisak. Produk ini berasal dari kopi excelsa yang dibudidayakan dengan pola agroforestry. Kopi tersebut dijual dalam kemasan 100 gram dan diperkenalkan sebagai salah satu identitas baru produk lokal dari Sepintun.

“Biasanya di Jambi, kita kenal kopi arabika, robusta dan liberika. Nah, sekarang, dari Sepintun ada kopi excelsa,” ucap Supik, salah satu ecopreneur kampung dari Sepintun.

Menurut Supik, kehadiran Kopi Telisak dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan jenis kopi yang belum banyak dikenal masyarakat luas. Selain sebagai produk konsumsi, Kopi Telisak juga membawa cerita tentang cara masyarakat mengembangkan usaha tanpa melepaskan hubungan dengan kebun, tanaman pelindung, dan lingkungan sekitar.

Selain kopi, para ecopreneur juga memperkenalkan Madu Telisak. Produk ini diproduksi dengan sistem kearifan lokal besialang, yaitu praktik masyarakat dalam mengelola dan memanen madu dengan pengetahuan lokal yang berkaitan dengan pohon sialang, musim, serta tata cara pemanfaatan hasil alam. Melalui produk ini, masyarakat Sepintun tidak hanya menawarkan madu, tetapi juga memperkenalkan pengetahuan lokal yang hidup di tengah komunitas.

Produk lain yang turut dibawa adalah Kunju, brand anyaman yang dibuat oleh perempuan terampil dari Dusun III Trans SAD Sepintun. Produk anyaman tersebut menunjukkan peran perempuan dalam mengolah keterampilan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Kehadiran Kunju dalam kegiatan budaya itu juga memperlihatkan bahwa perempuan kampung memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis keterampilan dan identitas lokal.

Sementara itu, brand Hulu hadir melalui olahan resin kreatif yang dikembangkan oleh anak muda Batin Telisak. Produk resin tersebut memberi kesan tersendiri bagi pengunjung karena dapat menjadi cendera mata yang tidak hanya memiliki bentuk menarik, tetapi juga membawa cerita dari Sepintun.

Keikutsertaan ecopreneur Sepintun dalam Pekan Budaya Pariwisata tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kampung ke ruang yang lebih luas. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jambi, Bupati Sarolangun, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sarolangun, serta bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.

Bagi Koperasi Suku Dalam Sejahtera, kehadiran dalam kegiatan budaya tersebut bukan hanya untuk menjual produk. Lebih dari itu, para ecopreneur kampung ingin menunjukkan bahwa produk lokal dari Sepintun lahir dari hubungan masyarakat dengan alam, keterampilan warga, peran perempuan, dan kreativitas anak muda.

Melalui Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pseko, produk-produk dari Sepintun mendapat ruang untuk dikenal sebagai bagian dari kekayaan ekonomi lokal Sarolangun. Kehadiran Kopi Telisak, Madu Telisak, Kunju, dan Hulu juga memperlihatkan bahwa kampung memiliki potensi untuk mengembangkan usaha yang berpijak pada budaya, lingkungan, dan kemandirian masyarakat.

Para ecopreneur Sepintun berharap, keterlibatan mereka dalam kegiatan ini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Mereka juga ingin memperkuat pesan bahwa ekonomi kampung dapat tumbuh melalui produk yang menjaga cerita, pengetahuan lokal, dan hubungan masyarakat dengan alam.

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Ecopreneur Kampung Sepintun Kenalkan Kopi Excelsa hingga Madu Sialang di Pekan Budaya Sarolangun
  • Lokakarya Pengembangan Peraturan Sekolah tentang Lingkungan dan Pangan Lokal bersama Guru dan Orang Tua di SD Kecil Bangkalan
  • Pendampingan Teknis & Monitoring Keuangan KUPS Mo’osoung
  • Lokakarya Pengembangan Peraturan Sekolah tentang Lingkungan dan Pangan Lokal bersama Guru dan Orang Tua di SD Inpres 1 Sidoan
  • Penyusunan SOP Produksi Sabun Magaya (Sabun Cantik) KUPS Mo’osoung

Recent Comments

    Archives

    • May 2026
    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist