Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI BERITA

Talkshow Online “Ngata Nate Tambai Kapanena” Tanah Sulawesi Tengah Yang Semakin Panas

Darurat Krisis Iklim di Sulawesi Tengah, Anak-Anak Masyarakat Adat Menanggung Dampak Berlapis

09/10/2026
in BERITA, HEADLINE, PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

Palu, 06 Oktober 2026 – Perubahan iklim global tidak lagi sekadar wacana teoretis, melainkan krisis nyata yang kini mencengkeram berbagai sendi kehidupan di Provinsi Sulawesi Tengah. Peningkatan suhu ekstrem, pergeseran musim yang tidak menentu, Hari Tanpa Hujan (HTH) yang panjang, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah memicu krisis air bersih, ancaman gagal panen, serta mereduksi ruang hidup kelompok rentan terutama anak-anak dan perempuan di komunitas masyarakat adat.

Sebagai respons atas darurat ekologis ini, Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi bekerjasama dengan BMKG-SPAG Lore-Bariri, serta didukung oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Alkhairaat Palu, Yayasan Rumah Bahari Gemilang, Rindang.id, Rumah Dua Jari, Teras Baca Nasana, KPKPST, Sepangan Gizi, Askara Muda Nusantara dan Yayasan STIPEL menggelar talkshow online interaktif bertajuk “NGATA NATE TAMBAI KAPANENA: Tanah Sulawesi Tengah yang Semakin Panas” (Bahasa Kaili yang dapat dimaknai tanah Sulawesi Tengah yang semakin panas). Diskusi publik ini mempertemukan pembacaan data sains iklim di hulu dengan realitas sosial di hilir (tapak) untuk melihat lebih dekat bagaimana perubahan iklim dan kekeringan berdampak pada kehidupan warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan di Sulawesi Tengah.

Rukmana (Yayasan Rumah Bahari Gemilang) – Fatmawati (Fasilitator Anak, Gender, dan Inklusi Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi) – Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si (Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global / SPAG Lore Lindu Bariri BMKG)

Diskusi menghadirkan narasumber utama: Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si (Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global / SPAG Lore Lindu Bariri BMKG) dan Fatmawati (Fasilitator Anak, Gender, dan Inklusi Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi), serta dipandu oleh Rukmana dari Yayasan Rumah Bahari Gemilang.

Sains Iklim & Tren Mengkhawatirkan di Sulawesi Tengah

Asep Firman Ilahi memaparkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kompleksitas zona musim yang sangat tinggi, sehingga pembacaan anomali cuaca dan fenomena global seperti El Niño menjadi sangat kompleks. Berdasarkan data pemantauan, tren kenaikan suhu rata-rata di Sulawesi Tengah berkisar antara 0,045 hingga 0,05 derajat Celsius per tahun, yang memicu hari tanpa hujan kategori ekstrem hingga lebih dari 2 bulan di sejumlah wilayah penyangga seperti Parigi Moutong, Sigi, Donggala, hingga Lembah Palu.

Kondisi ini tidak hanya menurunkan debit air sungai hingga 30%-50%, tetapi juga meningkatkan indeks kemudahan terbakar di lapisan permukaan tanah yang memicu titik panas (hotspot) di sekitar kawasan hutan. Tanpa perlindungan kawasan hutan sebagai benteng terakhir ekosistem, ancaman bencana hidrometeorologis seperti kekeringan panjang dan banjir bandang akan semakin sering terjadi.

“Perubahan iklim tidak bisa kita hentikan secara instan; kuncinya adalah adaptasi dan bagaimana kita menyelamatkan benteng terakhir peradaban yaitu kawasan hutan,” tegas Asep Firman Ilahi (Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global / SPAG Lore Lindu Bariri BMKG).

Ancaman Nyata terhadap Hak-Hak Dasar Anak Masyarakat Adat

Di sisi lain, Fatmawati menyoroti bagaimana krisis kekeringan memukul paling keras kelompok masyarakat adat di wilayah dampingan CAPPA (seperti di Kabupaten Parigi Moutong). Hutan, sungai, dan ladang yang dulunya menjadi “swalayan alami” kini mengalami kekeringan dan gagal panen. Dampak buruk ini langsung mereduksi hak-hak fundamental anak-anak masyarakat adat:

  1. Krisis Air Bersih & Kesehatan: Anak-anak terpaksa berjalan jauh atau menyaring air sungai yang keruh, memicu kerentanan terhadap penyakit kulit dan diare.
  2. Ancaman Nutrisi & Kedaulatan Pangan: Surutnya sumber pangan lokal menghambat asupan gizi anak dan meningkatkan risiko malnutrisi.
  3. Hilangnya Ruang Belajar & Bermain: Waktu belajar dan bermain anak-anak tersita karena mereka harus membantu keluarga mencari air bersih atau mengurus kebun yang terdampak kekeringan.
  4. Beban Ganda Perempuan: Krisis air dan gagal panen turut melipatgandakan beban domestik dan perawatan (care work) bagi perempuan adat di tapak.

Melalui Program Sehat Alam Sehat Anak (SASA), Yayasan CAPPA terus mendampingi komunitas lokal membangun ketahanan wilayah yang inklusif. Narasumber sepakat bahwa perubahan iklim tidak bisa dihentikan secara instan, sehingga kunci utamanya adalah adaptasi.

Anak-anak tidak boleh hanya dipandang sebagai korban, melainkan harus dilibatkan sebagai subjek dari solusi. Melalui inisiatif lokal seperti kebun sekolah, pemanfaatan kearifan tradisional, serta ruang berekspresi yang aman, anak-anak diajak untuk memahami dan merespons krisis iklim secara aktif.

“Kita jangan memandang anak-anak hanya sebagai korban bencana. Jika diberi ruang, anak-anak masyarakat adat adalah subjek aktif dari solusi dalam merawat masa depan bumi kita,” pungkas Fatmawati (Yayasan CAPPA).

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, media, akademisi, maupun masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam mengadvokasi keadilan iklim dan perlindungan ruang hidup anak-anak di Sulawesi Tengah.

Tentang Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi: Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi adalah organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen memperjuangkan keadilan ekologis, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta pemenuhan hak anak dan perempuan di wilayah tapak.

Kontak Media:

  • Fatmawati (Fasilitator Anak dan Perempuan Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi) : 0822-5984-4512
  • Tautan Rekaman Talkshow: NGATA NATE TAMBAI KAPANENA (YouTube) / https://www.youtube.com/live/0B_20P0xrP4?si=X_uidxeqoMzTKpOO

 

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Talkshow Online “Ngata Nate Tambai Kapanena” Tanah Sulawesi Tengah Yang Semakin Panas
  • Jejak Kehidupan di Balik Hutan Desa: Memetakan Kekayaan Flora dan Fauna Sulawesi Tengah
  • Langkah Kecil dari Desa Membawa Dampak Nyata Hingga Panggung Nasional!
  • Menghidupkan Kembali Jejak Leluhur: Menguak Kearifan Lokal dan Kemandirian Pengelolaan SDA di Dusun III Trans SAD Sepintun
  • Ketika Ubi Menjadi Ruang Belajar Anak

Recent Comments

    Archives

    • October 2026
    • September 2026
    • August 2026
    • July 2026
    • June 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist