Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI BERITA

Ketika Ubi Menjadi Ruang Belajar Anak

Oleh Fatmawati

30/09/2026
in BERITA, PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

Apa yang terlintas ketika mendengar kata ubi?

Bagi sebagian orang, mungkin ubi hanya dianggap sebagai makanan sederhana. Namun, di tangan anak-anak, ubi bisa berubah menjadi banyak hal: menjadi makanan yang lezat, ide yang kreatif, sekaligus menjadi pintu masuk untuk belajar tentang kesehatan dan lingkungan.

Hal itulah yang terlihat dalam kegiatan Kreasi Pangan Lokal Anak 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di MIS Al-Amin Bondoyong.

Tim 7 sedang memasak ubi goreng

Sejak awal kegiatan, anak-anak diajak menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan dan ice breaking. Mereka kemudian diperkenalkan dengan tantangan sederhana: mengolah ubi menjadi makanan yang kreatif bersama kelompok masing-masing.

Namun, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan memasak. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menjadi pelaku utama. Mereka berdiskusi menentukan makanan yang akan dibuat, membagi tugas, menyiapkan bahan, mengolah makanan, membentuk dan menata hasil kreasi hingga mempersiapkannya untuk dipresentasikan.

Dari satu bahan yang sama, lahirlah beragam kreasi. Ada ubi goreng sambal terasi, onde-onde goreng, roket ubi, kue janda, ubi bungkus, kolak ubi, hingga ubi goreng. Di balik proses tersebut, sebenarnya ada banyak pembelajaran yang sedang berlangsung. Anak-anak belajar bahwa bekerja dalam kelompok berarti harus saling mendengarkan, berbagi tugas, bertanggung jawab dan menghargai kontribusi teman. Mereka juga belajar mengambil keputusan dan mengembangkan ide sendiri.

Guru dan pendamping tidak mengambil alih proses. Mereka hadir untuk mendampingi dan memastikan kegiatan berlangsung dengan aman, sementara anak tetap memiliki ruang untuk mencoba dan berkreasi.

Setelah makanan selesai dibuat, pembelajaran berlanjut melalui sesi presentasi. Setiap kelompok menceritakan makanan yang mereka buat, bahan yang digunakan, asal bahan, alasan memilih makanan tersebut, manfaatnya bagi kesehatan, serta hubungannya dengan lingkungan. Dari sini, anak-anak belajar bahwa makanan yang kita konsumsi memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar rasa.

Pangan Lokal, Kesehatan, dan Lingkungan

Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam. Ada ubi kayu, ubi jalar, jagung, pisang, kelapa, sayuran dan berbagai sumber pangan lainnya yang tumbuh di sekitar masyarakat. Pangan lokal tidak hanya menjadi sumber makanan. Ia juga berkaitan dengan nilai gizi, budaya, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.

Namun, anak-anak saat ini juga semakin dekat dengan berbagai makanan dan jajanan kemasan. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam membangun kebiasaan mengonsumsi pangan yang sehat sekaligus mengenalkan kembali kekayaan pangan yang ada di sekitar mereka. Karena itu, mengenalkan pangan lokal kepada anak sejak dini menjadi penting. Bukan dengan cara menggurui, tetapi dengan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan seperti Kreasi Pangan Lokal, anak dapat belajar bahwa makanan sehat tidak selalu harus sesuatu yang jauh atau mahal. Banyak sumber pangan yang baik justru dapat ditemukan di lingkungan sekitar.

Dari Pangan, Kita Belajar Tentang Hak Anak

Setiap anak berhak tumbuh dan berkembang secara optimal, mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi, serta hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Pemenuhan hak tersebut tidak dapat dipisahkan dari bagaimana kita menjaga sumber pangan dan lingkungan tempat anak tumbuh.

Ketika lingkungan terjaga, sumber pangan dapat terus tersedia. Ketika pangan lokal dihargai dan dimanfaatkan, masyarakat juga memiliki peluang untuk menjaga pengetahuan, budaya, dan sumber daya yang ada di sekitarnya. Inilah yang ingin dibangun melalui Program SASA (Sehat Alam Sehat Anak) Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi: menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan anak dengan pangan, kesehatan, dan lingkungan.

Sebab, berbicara tentang anak yang sehat bukan hanya tentang apa yang mereka makan hari ini. Tetapi juga tentang bagaimana kita memastikan pangan yang sehat tetap tersedia dan lingkungan tempat mereka tumbuh tetap terjaga di masa depan. Pada akhirnya, dari sebuah ubi yang sederhana, anak-anak belajar sesuatu yang jauh lebih besar: bahwa apa yang kita makan berhubungan dengan kesehatan kita, lingkungan tempat kita hidup, dan masa depan yang sedang kita bangun bersama.

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Ketika Ubi Menjadi Ruang Belajar Anak
  • Merawat Tanah, Menjaga Kehidupan: Refleksi Hari Tani Nasional Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • Melangkah Bersama Menuju Kemandirian: Menapaki Tangga Bisnis KUPS
  • Mengapa Madu Telisak Begitu Istimewa?
  • PSEAH

Recent Comments

    Archives

    • September 2026
    • August 2026
    • July 2026
    • June 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist