Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI KABAR KAMPUNG

“Pupuk Sahabat Petani”

17/01/2023
in KABAR KAMPUNG
A A
0
ShareTweetSendScan

(Wawancara dengan Ibu Irza tanggal 1 Desember 2023)

Pupuk dan petani dua elemen tak terpisahkan. Pupuk membantu petani untuk menyuburkan tanah dan memperbaiki kualitas tanaman. Tanpa pupuk maka tanaman petani hasilnya tidak optimal sehingga berpengaruh pada kesejahteraan petani.

Sayangnya pupuk sering kali sulit didapatkan petani, “Jika pun ada, jumlahnya terbatas, harganya juga cukup mahal bagi kami petani kecil”, kata Ibu Irza. Beliau adalah petani kecil yang tinggal di Desa Sungai Penoban, Kabupaten Tanjung Barat, Provinsi Jambi. Ibu Irza anggota Kelompok Perempuan Pengelola Pembibitan (KP3) Al Ikhlas Berkah. Sebuah kelompok perempuan yang berinisiatif membuat tempat pembibitan kemiri dan kopi, juga sayuran. Selain itu, Ibu Irza juga mempunyai lahan yang ditanami bibit sayuran dan buah-buahan.

Ibu Irza, anggota KP3 Al Ikhlas Berkah

“Pada bulan Agustus 2022, kami mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik dan bio-jus, yang dilaksanakan oleh Yayasan Setara, Wild Asia, Yayasan CAPPA, dan Fortasbi. Bahan membuatnya mudah didapatkan, cara membuatnya sederhana, yang penting sabar dan tekun untuk membuka tutup botol serta mengocoknya”, jelas Ibu Irza, “Bagi saya pelatihan ini, selain memberikan pengetahuan pembuatan pupuk organik, juga menumbuhkan motivasi untuk membuat pupuk sendiri untuk mengatasi sulitnya mendapatkan pupuk bagi kami”.

Bahan utama pembuatan bio-jus adalah sisa-sisa buah-buahan atau sayur, bahkan juga buah yang sudah busuk. Ibu Irza setiap selesai hari pasar (di desa dikena hari pasar, yaitu hari dimana pasar tradisional ramai, biasanya satu kali dalam satu minggu), datang ke penjual buah, dia memungut sisa-sisa buah yang sudah tidak terpakai, membawanya pulang. Ketika ditanya, apakah Ibu tidak malu melakukannya?, dengan tegas Ibu Irza menyatakan tidak, kenapa harus malu?, daripada jadi sampah tak berguna, berbau dan kotor, dan dia meyakini apa yang dilakukannya baik untuk semua orang dan lingkungan hidup. “Hanya satu kesulitan saya, mencari botol plastik bekas, jarang saya temukan. Kalau tersedia banyak, saya bisa buat bio-jus lebih banyak”.

Setelah mengikuti pelatihan pembuatan bio-jus, Ibu Irza membuat 6 botol bio-jus. Semuanya berhasil menjadi pupuk organik dan telah dipergunakan di tanaman sayur-sayuran, terutama cabai. “Hasilnya berbeda ketika tanaman diberikan pupuk kimia. Cabai ukurannya menjadi lebih besar, dan tahan lama, tidak mudah busuk”, jelas Bu Irza, “Membuat bio-jus dan menggunakannya pada tanaman, berpengaruh pada pengeluaran kami, sekarang tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk beli pupuk. Bahkan ada tetangga kami yang ingin membeli bio-jus saat mereka melihat hasil tanaman kami, cuma kami bingung berapa harganya jika kami jual, sehingga saat sekarang kami hanya memberikan pelajaran bagaimana cara pembuatannya”. Saat sekarang, sejak awal Desember 2022, Ibu Irza kembali membuat bio-jus, sudah ada 13 botol dibuat, dan sekitar 5 bulan kedepan kembali akan dipergunakan pada tanaman.

Bio-jus tahap kedua yang dibuat Ibu Irza

Ibu Irza berharap semakin banyak petani kecil membuat dan mempergunakan pupuk organik, karena bahan bakunya mudah bahkan bermanfaat mengurangi sampah bagi lingkungan hidup, juga murah sehingga dapat menghemat pengeluaran. Tanaman yang diberikan pupuk organik juga hasilnya sangat bagus dan pasti sehat karena tidak mengandung zat kimia. Pupuk organik benar-benar menjadi sahabat petani kecil.

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Panen Ubi Kayu di MIS Al-Amin Bondoyong
  • Lokakarya Kewirausahaan Ekonomi Sirkular dan Inklusif
  • Berbagi Cerita dalam kegiatan sustainability Week Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Tadulako
  • Budaya Nalak Ikan Masyarakat Batin Sembilan yang Bergantung pada Hutan
  • Anak Harus Aman di Semua Ruang

Recent Comments

    Archives

    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist