Parigi Moutong, 21 April 2026 – Sebuah langkah besar kembali diraih oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Niu Kencana. Pada hari Selasa (21/4), tim dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah melakukan kunjungan verifikasi ke Labong Niu Kencana—rumah produksi milik kelompok yang berlokasi di Desa Sidoan Selatan, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan proposal bisnis yang disusun KUPS Niu Kencana bersama Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi pada bulan Januari 2026. Proposal tersebut diajukan kepada Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya kelompok untuk mendapatkan dukungan pengembangan usaha.

Tim Bank Indonesia disambut langsung oleh anggota KUPS Niu Kencana. Dalam kunjungannya, tim melakukan verifikasi lapangan terhadap kebenaran data kelompok, proses produksi, legalitas usaha, serta dampak sosial dan lingkungan yang telah dihasilkan.
Selama proses verifikasi, pihak Bank Indonesia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen KUPS Niu Kencana. Kelompok ini dinilai tidak hanya fokus pada produksi minyak kelapa kampung, tetapi juga menjalankan usaha yang berkeadilan sosial.
Beberapa poin yang mendapat sorotan positif:
- Pemberdayaan perempuan: Sebagian besar anggota adalah perempuan desa yang aktif terlibat dari hulu ke hilir.
- Inklusi disabilitas: KUPS Niu Kencana merekrut penyandang disabilitas sebagai anggota produksi, membuktikan bahwa usaha komunitas dapat menjadi ruang setara bagi semua.
- Prinsip ekonomi sirkular: Tidak ada limbah yang terbuang. Seluruh bagian kelapa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi
Tim Bank Indonesia juga berkesempatan melihat langsung berbagai produk turunan yang telah dikembangkan KUPS Niu Kencana, antara lain:
- Tahi minyak (Sanggal Latap) – dijual sebagai campuran sambal tradisional khas Parigi Moutong.
- Sabun organik – berbahan dasar minyak kelapa kampung, diproduksi secara alami.
- Pupuk cair organik – dihasilkan dari fermentasi air kelapa yang sebelumnya menjadi limbah.
“Ini yang membuat KUPS Niu Kencana istimewa. Mereka tidak hanya menghasilkan satu produk, tetapi membangun ekosistem usaha yang saling menopang. Limbah dari satu proses menjadi bahan baku proses lain. Ditambah lagi semangat inklusivitas terhadap perempuan dan disabilitas. Ini adalah model bisnis yang berkelanjutan dan patut dicontoh,” ujar salah satu perwakilan tim Bank Indonesia.
Harapan ke Depan
Ibu Masnia (Sekertaris KUPS Niu Kencana) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta apresiasi yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah meluangkan waktu untuk datang langsung ke desa kami. Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi kami semua para ibu dan para disabilitas, bahwa usaha kecil dari desa bisa diperhatikan dan dihargai,” tuturnya. Ia juga berharap hasil verifikasi ini dapat membuka peluang bagi KUPS Niu Kencana untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut, baik berupa pendanaan, pendampingan, maupun akses pasar yang lebih luas.
Kunjungan Bank Indonesia ini menjadi bukti bahwa usaha berbasis komunitas yang mengusung nilai-nilai keberlanjutan, kesetaraan, dan kearifan lokal semakin mendapat tempat di mata lembaga keuangan dan pemangku kebijakan.


Discussion about this post