Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI

Baselang Nugal dan Semangat Kebersamaan dalam Kehidupan Masyarakat Adat Batin Telisak

By: Nur Triya Mukaromah, Facebook: Nur Triya Mukaromah

09/06/2025
in PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

Adalah Fahriatun, perempuan yang akrab dipanggil Atun dengan semangat menceritakan berbagai hal baik yang dimiliki oleh masyarakat adat Batin Telisak. Di depan rumahnya, ia bercerita kalau semangat bekerja bersama, bergotong royong sudah turun temurun di kalangan masyarakat dari generasi ke generasi.

“Iyo, masyarakat di siko ko, dari dulu memang semangat saling membantu. Bergotong royong, besamo-samo.” Tutur Atun.

Terletak di Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Dusun III Tran SAD Sepintun merupakan sebuah perkampungan kecil, salah satu tempat masyarakat adat Batin Telisak bermukim. Di dusun kecil ini, masyarakat hidup dengan nilai budaya yang masih dipegang dan diwariskan turun temurun di tengah gempuran zaman.

Baselang nugal adalah satu di antara praktik baik itu yang masih terjaga hingga kini. Lebih dari sekadar metode bercocok tanam padi, baselang nugal menjelma menjadi manifestasi nyata dari semangat gotong royong yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. Sebuah ritual kolektif yang melibatkan setiap individu, dari anak-anak hingga orang tua. Baselang nugal bukan hanya tentang menanam benih, tetapi juga menabur kebersamaan dan memanen harmoni.

Pagi di Dusun III Trans SAD Sepintun menyambut dengan keheningan dan sejuknya udara pagi, sebelum riuh rendah suara warga memecahnya. Sekitar 5 hingga 30 pasang kaki telah berjejak di ladang yang siap ditanami walau matahari belum benar-benar hidup. Laki-laki dengan sigap mempersiapkan peralatan yang menjadi tulang punggung tradisi ini, bibit padi yang akan menjadi harapan masa depan, hamparan ladang yang menanti sentuhan tangan, dan tugal, sebilah kayu panjang berujung runcing yang menjadi penanda dimulainya kehidupan baru di bumi. Sementara itu, kaum perempuan dengan keahlian dan kelembutan, menyiapkan hidangan sederhana namun penuh kehangatan, mangkuk-mangkuk sebagai wadah bibit padi, dan meneh (memasukkan satu per satu bibit ke dalam setiap lubang) sentuhan lembut jari-jemari yang akan menanamkan harapan ke dalam tanah.

Setelah berbagi kehangatan dalam sarapan bersama, ritual baselang nugal pun dimulai. Para lelaki dengan kekuatan dan ketelitian mereka mulai nyejak tugal atau menusukkan kayu ke dalam tanah, menciptakan barisan lubang yang rapi dan teratur, layaknya notasi kehidupan yang akan tumbuh. Di belakang mereka, para perempuan dengan gerakan mengambil bibit padi dari mangkuk dan dengan penuh perhatian melakukan meneh. Sebuah gerakan alamiah tercipta, di mana kekuatan dan kelembutan berpadu menghasilkan harmoni.

Keunikan baselang nugal terletak pada atmosfer kebersamaan yang menyelimuti seluruh proses. Pekerjaan berat terasa ringan karena diselingi dengan obrolan santai. “Gawe yang mestinyo dilakukan beminggu-minggu, kini selesai dalam sehari.” Ucap marhoni, ketika ditanya manfaat tradisi ini.

Baselang nugal juga menjadi tempat bertemunya cerita-cerita kehidupan, dan gelak tawa yang membahana antara masyarakat satu dengan lainnya. Setiap candaan dan senyuman yang terlempar menjadi perekat yang semakin mempererat tali persaudaraan, menciptakan kerukunan dan keharmonisan yang menjadi ciri khas masyarakat Dusun III Trans SAD Sepintun.

Waktu beranjak tanpa terasa, dan terik matahari siang menjadi penanda untuk rehat sejenak. Kegiatan baselang nugal dihentikan sementara, inilah waktu untuk berhenti, dan mengisi energi dengan makanan yang telah tersedia. Makan siang bersama di tengah ladang menjadi momen berbagi dan mempererat ikatan, sebelum semangat kembali dipompa untuk melanjutkan pekerjaan hingga sore hari, hingga seluruh bibit padi tertanam dengan sempurna.

Dalam tradisi baselang nugal, masyarakat yang membantu tidak diupah, tidak pula digaji. Melainkan, hanya dimintai bantuan secara gratis, namun, pihak pemilik ladang mesti menyediakan makanan untuk masyarakat yang membantu. Ini menjadi hal yang menarik, karena ternyata, masyarakat menghibahkan dirinya bukan karena uang, tapi karena persaudaraan dan semangat kebersamaan.

Lebih dari sekadar praktik agraris, baselang nugal adalah jantung dari kehidupan sosial masyarakat Dusun III Tran SAD Sepintun. Ia adalah cerminan dari nilai-nilai luhur gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui tradisi ini, masyarakat tidak hanya menghasilkan pangan untuk keberlangsungan hidup, tetapi juga memelihara keharmonisan, memperkuat solidaritas, dan merayakan kebersamaan.

Baselang nugal adalah perekat sosial yang tak ternilai harganya, sebuah warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan di tengah arus modernisasi yang kian deras. Di ladang Dusun III Trans SAD Sepintun, di bawah langit Jambi yang membentang luas, tradisi baselang nugal terus hidup, menumbuhkan bukan hanya padi, tetapi juga benih-benih persaudaraan dan kebersamaan.

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Lokakarya Pengembangan Peraturan Sekolah tentang Lingkungan dan Pangan Lokal bersama Guru dan Orang Tua di SD Kecil Bangkalan
  • Pendampingan Teknis & Monitoring Keuangan KUPS Mo’osoung
  • Lokakarya Pengembangan Peraturan Sekolah tentang Lingkungan dan Pangan Lokal bersama Guru dan Orang Tua di SD Inpres 1 Sidoan
  • Penyusunan SOP Produksi Sabun Magaya (Sabun Cantik) KUPS Mo’osoung
  • Lokakarya Partisipatif Mewujudkan Aturan Sekolah yang Peduli Lingkungan dan Pangan Lokal di MIS Al-Amin Bondoyong

Recent Comments

    Archives

    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist