Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI BERITA

Dari Pangan Lokal, Anak-anak SD Kecil Bangkalan Belajar Sehat dan Kreatif

Lomba Kreasi Pangan Lokal

10/10/2026
in BERITA, HEADLINE, PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

Ubi kayu, ubi jalar, dan pisang bukan sekadar hasil kebun yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Di tangan anak-anak, bahan pangan lokal tersebut dapat diolah menjadi beragam hidangan kreatif sekaligus menjadi pintu masuk untuk belajar tentang makanan sehat, budaya lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Lomba Kreasi Pangan Lokal di SD Kecil Bangkalan pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal potensi pangan di lingkungan sekitar, mengolahnya menjadi makanan, serta memahami pentingnya pangan lokal bagi kesehatan dan keberlanjutan alam.

Lomba Lomba Kreasi Pangan Lokal SD Kecil Bangkalan

Kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh makanan yang sehat dan bergizi, serta hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Pemenuhan hak tersebut tidak terlepas dari ketersediaan sumber pangan yang beragam, aman, dan berkelanjutan.

Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah, mulai dari ubi kayu, ubi jalar, jagung, pisang, kelapa, hingga berbagai jenis sayuran. Selain menjadi sumber pangan, kekayaan tersebut juga memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat, sekaligus berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan.

Namun, di tengah beragamnya potensi pangan lokal, anak-anak semakin akrab dengan berbagai makanan dan jajanan kemasan. Karena itu, mengenalkan pangan lokal sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun kebiasaan makan yang lebih sehat sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap sumber pangan yang tersedia di lingkungan mereka.

Melalui Program SASA (Sehat Alam Sehat Anak), Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi berupaya mendorong pemenuhan hak anak atas lingkungan yang sehat dan pangan lokal. Salah satu pendekatannya adalah menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan partisipatif, sehingga anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengalami secara langsung proses mengenal, mengolah, dan memanfaatkan pangan lokal.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Lomba Kreasi Pangan Lokal diselenggarakan dengan tema “Kenal Pangannya, Sehat Anaknya, Lestari Alamnya.” Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan untuk menghasilkan makanan yang menarik, melainkan juga ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas, bekerja sama, mengambil keputusan, dan menyampaikan gagasan mereka.

Belajar Mengolah Pangan, Berani Berkreasi

Kegiatan diawali dengan persiapan, pembukaan, dan permainan interaktif (ice breaking) untuk membangun suasana yang menyenangkan. Fasilitator kemudian menjelaskan tujuan kegiatan dan mengingatkan peserta bahwa keberhasilan lomba tidak hanya ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga oleh pengalaman belajar, kerja sama, dan keberanian mencoba.

Setiap kelompok terdiri atas tiga anak yang diberi kebebasan mengembangkan ide makanan dengan ubi kayu, ubi jalar, atau pisang sebagai bahan utama. Anak-anak dapat merancang kreasi sejak awal bersama kelompoknya. Bahan yang memerlukan persiapan dasar, seperti ubi yang telah dicuci, direbus, atau dikukus, diperbolehkan disiapkan dari rumah. Namun, proses utama pembuatan makanan tetap dilakukan oleh anak-anak di lokasi lomba.

Setelah memahami ketentuan lomba, setiap kelompok mulai mengolah bahan sesuai ide yang telah disepakati. Anak-anak terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah dan membentuk adonan, hingga menata makanan agar menarik saat disajikan. Mereka juga belajar membagi tugas, berdiskusi, dan menentukan cara terbaik untuk menyelesaikan kreasi kelompoknya.

Dalam proses tersebut, anak-anak tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga diberi ruang untuk mengambil keputusan dan mengembangkan gagasan sendiri. Ketika menghadapi kesalahan atau perbedaan pendapat, mereka belajar kembali bekerja sama untuk menyelesaikan tugas. Sementara itu, guru dan pendamping bertugas membantu serta memastikan keamanan selama kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama anak dalam proses pembuatan makanan.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dari pembelajaran. Anak-anak tidak hanya mengenal pangan lokal melalui penjelasan, tetapi juga merasakan proses mengolahnya secara langsung. Di saat yang sama, mereka belajar tentang tanggung jawab, kekompakan, dan pentingnya menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.

Tujuh Kreasi Pangan Lokal, Tujuh Ide Berbeda

Peserta lomba sedang memasak kue ubi bungkus (roko-roko)

Dari bahan pangan yang sederhana, lahirlah tujuh kreasi yang menunjukkan beragam cara anak-anak memanfaatkan pangan lokal. Setiap kelompok menghadirkan ide dan penyajian yang berbeda, mulai dari olahan tradisional hingga kreasi dengan tampilan yang lebih berwarna.

Tujuh kreasi yang disajikan dalam lomba tersebut meliputi:

  1. Kue Janda, kreasi olahan ubi kayu dan pisang.
  2. Kue Taraju, olahan ubi dengan campuran bahan lainnya.
  3. Kue Ubi Bungkus (Roko-roko), olahan ubi kayu yang dibungkus daun pisang.
  4. Kue Lapis Pelangi, kreasi olahan ubi kayu dengan tampilan berwarna.
  5. Kolak Ubi, olahan ubi dengan kuah santan dan gula merah.
  6. Rebusan Ubi, sajian ubi yang dipadukan dengan sambal.
  7. Ubi Goreng dan Dabu-dabu, olahan ubi yang disajikan bersama sambal.

Setelah selesai mengolah makanan, setiap kelompok menata hasil kreasinya sebelum dinilai oleh dewan juri. Penilaian mencakup pemanfaatan pangan lokal, kreativitas dan inovasi, cita rasa, penyajian, kebersihan, keterlibatan dan kekompakan kelompok, serta kemampuan anak mempresentasikan hasil karyanya.

Setiap kelompok juga memperoleh kesempatan untuk menjelaskan nama makanan, bahan utama, asal bahan, alasan memilih kreasi tersebut, serta kaitannya dengan kesehatan dan lingkungan. Melalui sesi ini, anak-anak berlatih berbicara di depan orang lain sekaligus menyampaikan pemahaman mereka tentang pangan lokal.

Menghargai Proses, Merayakan Kreativitas

Foto bersama dalam rangka Lomba Kreasi Pangan Lokal

Setelah seluruh rangkaian penilaian dan rekapitulasi nilai selesai, dewan juri menetapkan tiga kelompok dengan nilai terbaik sebagai pemenang lomba. Juara pertama diraih oleh kelompok pembuat Kue Janda dengan nilai 93,3, disusul kelompok pembuat Kue Taraju dengan nilai 92,6 sebagai juara kedua.

Juara ketiga tercatat dalam hasil kegiatan dengan nilai 92. Namun, nama kreasi pangan untuk peringkat ini perlu dipastikan kembali berdasarkan rekapitulasi penilaian dan keputusan dewan juri sebelum dicantumkan dalam publikasi.

Penghargaan diberikan kepada setiap anak dalam kelompok pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja sama mereka. Hadiah meliputi perlengkapan sekolah dan barang pendukung kegiatan, seperti mug SASA, kotak makan, buku, alat tulis, pin Kreasi Pangan Lokal, serta sertifikat penghargaan. Seluruh peserta juga menerima pin “Aku Cinta Pangan Lokal” dan sertifikat keikutsertaan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan partisipasi mereka.

Lebih dari sekadar menentukan pemenang, kegiatan ini memberikan pengalaman kepada anak-anak bahwa bahan pangan yang tumbuh di sekitar mereka dapat diolah menjadi makanan yang beragam dan menarik. Mereka juga belajar bahwa proses menciptakan sesuatu membutuhkan ide, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian untuk mencoba.

Melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal, Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi berharap anak-anak semakin mengenal potensi pangan di lingkungan sekitarnya dan tumbuh dengan kebiasaan menghargai pangan lokal. Sebab, membangun generasi yang sehat tidak hanya dimulai dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dari pengetahuan, kebiasaan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menopang kehidupan mereka.

Kenal pangannya, sehat anaknya, lestari alamnya.

Discussion about this post

No Result
View All Result

Recent Posts

  • Perkuat Narasi Ekonomi Hijau, CAPPA Ikuti Pelatihan Ekonomi Hijau Tingkat Dasar Koridor Ekosistem RIMBA
  • Dari Pangan Lokal, Anak-anak SD Kecil Bangkalan Belajar Sehat dan Kreatif
  • Talkshow Online “Ngata Nate Tambai Kapanena” Tanah Sulawesi Tengah Yang Semakin Panas
  • Jejak Kehidupan di Balik Hutan Desa: Memetakan Kekayaan Flora dan Fauna Sulawesi Tengah
  • Langkah Kecil dari Desa Membawa Dampak Nyata Hingga Panggung Nasional!

Recent Comments

    Archives

    • October 2026
    • September 2026
    • August 2026
    • July 2026
    • June 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • March 2026
    • February 2026
    • January 2026
    • November 2025
    • October 2025
    • September 2025
    • August 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • January 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • September 2024
    • August 2024
    • June 2024
    • February 2024
    • November 2023
    • September 2023
    • August 2023
    • July 2023
    • June 2023
    • April 2023
    • February 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • April 2022
    • March 2022
    • February 2022
    • December 2021
    • November 2021
    • October 2021
    • September 2021
    • July 2021
    • June 2021
    • May 2021
    • April 2021
    • March 2021
    • February 2021
    • January 2021
    • December 2020
    • November 2020
    • October 2020
    • September 2020
    • July 2020
    • June 2020
    • March 2020
    • February 2020
    • January 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • May 2019
    • March 2019
    • November 2018
    • September 2018
    • August 2018
    • May 2018
    • March 2018
    • December 2017
    • September 2017
    • May 2017
    • March 2017
    • February 2017
    • March 2016
    • December 2015
    • December 2014
    • July 2014
    • March 2014
    • December 2013
    • December 2011
    • March 2009
    • March 1999
    • March 201

    Categories

    • BERITA
    • BUKU
    • FOTO
    • HEADLINE
    • INFOGRAFIS
    • KABAR KAMPUNG
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PUBLIKASI
    • REFERENSI
    • VIDEO

    Meta

    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    No Result
    View All Result
    • BERANDA
    • PUBLIKASI
      • BERITA
      • KABAR KAMPUNG
      • REFERENSI
      • BUKU
    • KEBIJAKAN
      • PERATURAN UNDANG-UNDANG
      • PERATURAN PEMERINTAH
      • PERATURAN MENTERI
      • PERATURAN DAERAH
      • PERATURAN GUBERNUR
      • PERATURAN BUPATI
    • GALERI
    • TENTANG KAMI
      • SEJARAH
      • VISI & MISI
      • NILAI-NILAI CAPPA
      • MOTTO
      • PENCAPAIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • TIM KAMI

    ©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Muhammad Zuhdi

    Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Fatmawati

    Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


    Here can be your custom HTML or Shortcode

    This will close in 20 seconds

    Add New Playlist