
Desa Bainaa Barat, 26 Juli 2025 – Moosoung adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang mengelola usaha Pembibitan tanaman pangan dan budidaya tanaman pangan, yang kesemua anggotanya perempuan ini memilki tujuan untuk melakukan pemberdayaan terhadap perempuan kampung, dan sebagai upaya pemenuhan pangan dan penyediaan bibit tanaman pangan bagi warga desa Bainaa Barat.
Guna melihat dan menilai perkembangan dari usaha yang sedang mereka jalani maka pada hari ini Kelompok KUPS Moosoung ini melakukan Monitoring dan Evaluasi bersama yang difasilitasi oleh Fasilitator Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi.

Dalam sesi monev ini, terpantau bahwa pembibitan tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, dan kangkung saat ini sedang dalam tahap pembibitan, KUPS Moosoung juga telah memulai penanaman tanaman pangan lainnya seperti singkong dan pisang di kebun kelompok.
Kegiatan monitoring ini juga dirangkaikan dengan diskusi interaktif mengenai sketsa kebun kelompok. Sketsa tersebut menjadi alat bantu visual yang penting untuk memetakan rencana pengembangan kebun ke depan, termasuk penataan lahan, zonasi tanaman, hingga potensi penambahan jenis komoditas lainnya.

Salah satu poin penting dari proses evaluasi ini adalah kemampuan kelompok dalam mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satu tantangan utama yang diangkat adalah keberadaan ternak warga yang belum ditertibkan, yang kerap merusak tanaman. Menanggapi hal ini, kelompok merancang solusi dengan merencanakan pembangunan pagar keliling untuk melindungi kebun dari gangguan luar.
Konsistensi menjadi kekuatan tersendiri bagi KUPS Moosoung. Setiap hari minggu, para anggota secara rutin melakukan kerja bakti untuk merawat bibit dan kebun bersama. Budaya gotong royong ini tidak hanya memperkuat kerja tim, tetapi juga membentuk semangat kolektif dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan KUPS Moosoung menjadi inspirasi nyata bagi kelompok-kelompok lainnya dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan perempuan di daerah terpencil. Dengan dukungan yang tepat, kelompok ini memiliki potensi besar untuk menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan usaha tani yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Discussion about this post