Dusun III Trans SAD Sepintun, 16 Juni 2025 – Dalam rangkaian kegiatan Inkubasi Bisnis bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), tim inkubasi melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi usaha potensial di Dusun III Trans SAD Sepintun. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendampingan, dengan tujuan menggali secara langsung potensi usaha berbasis sumber daya alam lokal.
Kunjungan pertama dilakukan ke kebun kopi milik Sugianto, anggota KUPS Kopi Karya Maju. Di lokasi ini, tim inkubasi melihat secara langsung praktik budidaya kopi jenis excelsa yang dikembangkan dengan pendekatan sistem agroforestry. Model ini tidak hanya mengutamakan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keharmonisan dengan ekosistem sekitar.
Selanjutnya, tim melanjutkan kunjungan ke lokasi pohon sialang milik Marhoni, Ketua KUPS Madu Telisak. Di sini, tim menyaksikan langsung keberadaan koloni lebah Apis dorsata yang bersarang di pohon sialang jenis kayu aro—sebuah warisan ekologi khas yang menjadi sumber utama madu hutan di wilayah ini.

Kunjungan ini tidak berhenti pada pengamatan semata. Tim inkubasi juga terlibat dalam diskusi langsung bersama para pelaku usaha, menggali informasi seputar tantangan, strategi pengelolaan, dan nilai-nilai yang melekat dalam praktik budidaya tersebut. Diskusi memperkuat pemahaman bahwa potensi usaha di kawasan ini tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga sarat nilai ekologis dan sosial budaya yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, proses inkubasi bisnis menjadi lebih kontekstual, membumi, dan membuka ruang dialog antara pendamping dan komunitas. Sebuah langkah kecil yang memberi makna besar bagi arah pengembangan usaha berbasis kearifan lokal di lanskap perhutanan sosial.


Discussion about this post