Bagaimana produk olahan kelapa, sabun organik, hingga gula aren dari kelompok masyarakat desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas? Salah satunya melalui ruang promosi seperti Festival Danau Poso, yang mempertemukan produk lokal dengan masyarakat dan wisatawan.

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Niu Kencana bersama Kelompok Perempuan Seroja turut ambil bagian dalam Festival Danau Poso yang berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Keikutsertaan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan produk unggulan Perhutanan Sosial dari Kabupaten Parigi Moutong sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Partisipasi kedua kelompok tersebut merupakan bagian dari upaya promosi produk lokal yang dikoordinasikan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Parigi Moutong serta Rumah BUMN Parigi Moutong, dengan dukungan Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi. Festival ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang menekankan pentingnya penguatan produk lokal dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dalam kegiatan ini, produk-produk Perhutanan Sosial asal Parigi Moutong dipamerkan di Stand Pertamina UMKM Gerai Akademi. Berbagai produk unggulan daerah juga ditampilkan melalui Stand PKK Kabupaten Parigi Moutong, sehingga pengunjung memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi usaha masyarakat setempat.

Produk yang diperkenalkan dalam festival ini tidak hanya menawarkan potensi ekonomi, tetapi juga mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal. Produk-produk tersebut meliputi:
- Minyak Kelapa Kampung Niu Kencana, produk unggulan KUPS Niu Kencana yang diolah secara tradisional dengan memperhatikan kebersihan proses produksi.
- Sabun Magaya, sabun berbahan dasar minyak kelapa kampung yang dikembangkan sebagai produk perawatan dengan memanfaatkan bahan lokal.
- Pupuk Organik Cair (POC), produk hasil pengolahan limbah air kelapa yang berpotensi mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.
- Gula Aren Seroja, produk khas Kelompok Perempuan Seroja yang menambah ragam produk lokal dari Parigi Moutong.
Di balik produk-produk tersebut, terdapat upaya membangun usaha yang lebih inklusif dan ramah lingkungan. KUPS Niu Kencana dan Kelompok Perempuan Seroja mengembangkan usaha yang melibatkan perempuan dan penyandang disabilitas. Selain itu, pemanfaatan limbah air kelapa menjadi pupuk organik cair menunjukkan bagaimana sisa produksi dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pengurangan limbah.
Sebagai agenda tahunan yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara, Festival Danau Poso menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Bagi KUPS Niu Kencana dan Kelompok Perempuan Seroja, kesempatan ini tidak hanya berkaitan dengan promosi dan penjualan, tetapi juga membangun pengenalan merek, memperluas jejaring, serta membuka peluang kemitraan.
Melalui partisipasi ini, produk Perhutanan Sosial dari Parigi Moutong diharapkan semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, penguatan usaha masyarakat diharapkan dapat mendorong ekonomi lokal yang inklusif, memanfaatkan potensi sumber daya secara bertanggung jawab, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kelompok pengelolanya.

Discussion about this post