Jambi, 02 Mei 2026 – Perwakilan Koperasi Suku Dalam Sejahtera dan Koperasi Batin Sembilan Mandiri bersama Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi berkunjung ke Temphoyac untuk mengikuti kurasi produk dan belajar mengenai pemasaran, khususnya penguatan kemasan produk komunitas.
Dalam kunjungan tersebut, dua koperasi membawa produk unggulan masing-masing. Koperasi Suku Dalam Sejahtera dari Sepintun, Kabupaten Sarolangun, membawa Kopi Telisak dan Madu Telisak. Sementara Koperasi Batin Sembilan Mandiri dari Simpang Macan Luar membawa produk Ubat Rimbo.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas koperasi komunitas dalam membaca kebutuhan pasar. Selain memperkenalkan produk, para perwakilan koperasi juga mendapatkan masukan terkait tampilan kemasan, identitas produk, kekuatan nama lokal, serta cara menyampaikan nilai dan cerita produk kepada konsumen.
Produk-produk yang dibawa kedua koperasi kemudian dikurasi oleh Temphoyac. Kurasi tersebut menjadi ruang belajar bagi koperasi untuk melihat kembali kesiapan produk sebelum menjangkau pasar yang lebih luas, terutama pasar oleh-oleh, produk lokal, dan konsumen yang mencari barang dengan cerita khas daerah.
Kopi Telisak dan Madu Telisak menjadi produk yang diperkenalkan Koperasi Suku Dalam Sejahtera. Kedua produk tersebut lahir dari potensi lokal masyarakat Sepintun. Kopi Telisak dikembangkan sebagai produk kopi lokal dari wilayah Sepintun, sementara Madu Telisak membawa cerita tentang pemanfaatan hasil alam yang dekat dengan pengetahuan masyarakat setempat.
Sementara itu, Ubat Rimbo yang dibawa Koperasi Batin Sembilan Mandiri menjadi produk yang memperlihatkan kuatnya pengetahuan lokal masyarakat dalam mengenali tumbuhan dan pemanfaatannya secara turun-temurun. Dalam proses kurasi, produk seperti Ubat Rimbo membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam cara menyampaikan informasi pada kemasan agar tetap menghormati pengetahuan lokal tanpa menimbulkan klaim yang berlebihan.
Bagi kedua koperasi, kemasan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas, asal-usul, nilai lokal, dan cerita komunitas yang memproduksinya. Melalui kemasan yang lebih baik, produk koperasi diharapkan dapat lebih mudah dikenali dan dipercaya oleh konsumen.
Ayu, perwakilan dari Koperasi Batin Sembilan Mandiri, mengatakan kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi koperasi, terutama dalam melihat peluang pemasaran dan memperbaiki tampilan produk.
“Banyak yang didapatkan, pertama mendapatkan peluang pemasaran, terus, mendapatkan pengetahuan untuk perbaikan kemasan. Kami juga mendapatkan pembelajaran untuk memperkuat nama dan nilai lokal,” ucap Ayu dari Koperasi Batin Sembilan Mandiri.
Menurut Ayu, pembelajaran tentang nama dan nilai lokal menjadi penting karena produk komunitas tidak hanya menjual barang, tetapi juga membawa identitas wilayah, pengetahuan masyarakat, dan cerita di balik proses produksinya. Hal itu menjadi kekuatan yang perlu disampaikan dengan baik kepada konsumen.
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi mendampingi kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi komunitas. Pendampingan tersebut diarahkan agar produk-produk yang lahir dari koperasi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mampu berkembang dalam aspek pengemasan, pemasaran, dan penguatan nilai produk.



Discussion about this post