Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
No Result
View All Result
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI
Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi
No Result
View All Result
Home PUBLIKASI

Temphoyac Kurasi Produk Koperasi Suku Dalam Sejahtera dan Koperasi Batin Sembilan Mandiri

05/05/2026
in PUBLIKASI
A A
0
ShareTweetSendScan

Jambi, 02 Mei 2026 – Perwakilan Koperasi Suku Dalam Sejahtera dan Koperasi Batin Sembilan Mandiri bersama Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi berkunjung ke Temphoyac untuk mengikuti kurasi produk dan belajar mengenai pemasaran, khususnya penguatan kemasan produk komunitas.

Dalam kunjungan tersebut, dua koperasi membawa produk unggulan masing-masing. Koperasi Suku Dalam Sejahtera dari Sepintun, Kabupaten Sarolangun, membawa Kopi Telisak dan Madu Telisak. Sementara Koperasi Batin Sembilan Mandiri dari Simpang Macan Luar membawa produk Ubat Rimbo.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas koperasi komunitas dalam membaca kebutuhan pasar. Selain memperkenalkan produk, para perwakilan koperasi juga mendapatkan masukan terkait tampilan kemasan, identitas produk, kekuatan nama lokal, serta cara menyampaikan nilai dan cerita produk kepada konsumen.

Produk-produk yang dibawa kedua koperasi kemudian dikurasi oleh Temphoyac. Kurasi tersebut menjadi ruang belajar bagi koperasi untuk melihat kembali kesiapan produk sebelum menjangkau pasar yang lebih luas, terutama pasar oleh-oleh, produk lokal, dan konsumen yang mencari barang dengan cerita khas daerah.

Kopi Telisak dan Madu Telisak menjadi produk yang diperkenalkan Koperasi Suku Dalam Sejahtera. Kedua produk tersebut lahir dari potensi lokal masyarakat Sepintun. Kopi Telisak dikembangkan sebagai produk kopi lokal dari wilayah Sepintun, sementara Madu Telisak membawa cerita tentang pemanfaatan hasil alam yang dekat dengan pengetahuan masyarakat setempat.

Sementara itu, Ubat Rimbo yang dibawa Koperasi Batin Sembilan Mandiri menjadi produk yang memperlihatkan kuatnya pengetahuan lokal masyarakat dalam mengenali tumbuhan dan pemanfaatannya secara turun-temurun. Dalam proses kurasi, produk seperti Ubat Rimbo membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam cara menyampaikan informasi pada kemasan agar tetap menghormati pengetahuan lokal tanpa menimbulkan klaim yang berlebihan.

Bagi kedua koperasi, kemasan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan identitas, asal-usul, nilai lokal, dan cerita komunitas yang memproduksinya. Melalui kemasan yang lebih baik, produk koperasi diharapkan dapat lebih mudah dikenali dan dipercaya oleh konsumen.

Ayu, perwakilan dari Koperasi Batin Sembilan Mandiri, mengatakan kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi koperasi, terutama dalam melihat peluang pemasaran dan memperbaiki tampilan produk.

“Banyak yang didapatkan, pertama mendapatkan peluang pemasaran, terus, mendapatkan pengetahuan untuk perbaikan kemasan. Kami juga mendapatkan pembelajaran untuk memperkuat nama dan nilai lokal,” ucap Ayu dari Koperasi Batin Sembilan Mandiri.

Menurut Ayu, pembelajaran tentang nama dan nilai lokal menjadi penting karena produk komunitas tidak hanya menjual barang, tetapi juga membawa identitas wilayah, pengetahuan masyarakat, dan cerita di balik proses produksinya. Hal itu menjadi kekuatan yang perlu disampaikan dengan baik kepada konsumen.

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi mendampingi kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan ekonomi komunitas. Pendampingan tersebut diarahkan agar produk-produk yang lahir dari koperasi tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mampu berkembang dalam aspek pengemasan, pemasaran, dan penguatan nilai produk.

Discussion about this post

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi

©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PUBLIKASI
    • BERITA
    • KABAR KAMPUNG
    • REFERENSI
    • BUKU
  • KEBIJAKAN
    • PERATURAN UNDANG-UNDANG
    • PERATURAN PEMERINTAH
    • PERATURAN MENTERI
    • PERATURAN DAERAH
    • PERATURAN GUBERNUR
    • PERATURAN BUPATI
  • GALERI
  • TENTANG KAMI
    • SEJARAH
    • VISI & MISI
    • NILAI-NILAI CAPPA
    • MOTTO
    • PENCAPAIAN
  • STRUKTUR ORGANISASI
  • TIM KAMI

©2020 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi - Komplek Puri Cemara Indah 1 B1/04 RT 32 RW 04, Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Kode Pos 36125.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Muhammad Zuhdi

Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


Here can be your custom HTML or Shortcode

This will close in 20 seconds

Fatmawati

Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program “Sehat Alam, Sehat Anak” Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


Here can be your custom HTML or Shortcode

This will close in 20 seconds

Add New Playlist