Tentang Kami

yayasan cappa
keadilan ekologi

#Climate And People Partnership Alliance
direKTUR
utari octikarani

UTARI
OCTIKARANI

DIREKTUR YAYASAN CAPPA KEADILAN EKOLOGI

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi merupakan sebuah organisasi masyarakat sipilĀ 

Visi :
Terjaganya Ekosistem Bumi dan Udara untuk Keadilan, Keberlanjutan dan Kemakmuran Masyarakat di dalam dan di sekitar Hutan.

Misi :
Menjadi Rumah Inovatif dan Transformatif untuk Ekonomi Hijau yang Berkeadilan Sosial, dan melindungi serta merawat regenerasi melalui pengembangan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, penguatan Hak-hak Anak, perluasan kolaborasi antara pihak secara setara,Ā  penguatan kebudayaan tempatan, dan penguatan aksi-aksi kemanusiaan penanganan bencana.

tentang yayasan cappa keadilan ekologi

Ā 

Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi diinisiasi pada tanggal 13 Mei 2003 oleh beberapa organisasi masyarakat sipil, jurnalis dan organisasi masyarakat dengan fokus advokasi-kampanye melawan industri monokultur kehutanan dan industri bubur kertas. Melalui kerja sama jaringan lokal-nasional-internasional, strategi advokasi-kampanye yang dilakukan berhasil mempengaruhi beberapa kebijakan nasional dan internasional di sektor kehutanan, seperti peninjauan investasi MIGAS (sebuah unit bisnis Bank Dunia untuk jaminan asuransi perusahaan swasta) pendirian pabrik bubur kertas di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kesepakatan Kerja sama antara PT REKI (perusahaan restorasi ekosistem) dengan Masyarakat Adat Batin Sembilan di Provinsi Jambi untuk penghentian konflik tenurial diantara mereka. Model penanganan konflik tenurial antara PT REKI dengan masyarakat Batin Sembilan menjadi referensi bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk pembentukan Permen No. 84/2015 tentang Penanganan Konflik Tenurial di Kawasan Hutan, sebuah kebijakan awal dari Kementerian ini yang mengatur khusus tentang penanganan konflik di kawasan hutan, selain sebelumnya dikeluarkan Surat Edaran Menteri LHK No. 01/2015 untuk mengutamakan pendekatan persuasif non-konfrontatif dalam penanganan konflik tenurial.

Sebelum ada kebijakan khusus Pemerintah untuk penanganan konflik tenurial, Sejak tahun 2012 Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi aktif melakukan kampanye dan fasilitasi penanganan konflik tenurial yang dialami masyarakat. Dan sejak tahun 2015, Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses pengelolaan kawasan hutan melalui Perhutanan Sosial di Provinsi Jambi, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah, dengan capaian jumlah persetujuan kelola yang didapatkan masyarakat mencapaiĀ 45.082,68Ā hektar. Saat sekarang Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi bersama Kelompok Tani dan Lembaga pengelola hutan bekerja untuk mengelola usaha berbasis sumber daya hutan agar memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial-budaya.

Ā 

pencapaian perhutanan sosial hingga 31 desember 2024

17 desa di provinsi jambi

Pemegang Persetujuan 12 Organisasi

Pemegang Penetapan Hutan Adat 7 Organisasi

19.516,68 hektar Areal Perhutanan Sosial

4.199 Kepala Keluarga Penerima Manfaat

7 desa di provinsi sulawesi tengah

Pemegang Persetujuan 7 Organisasi

16.100 hektar Areal Perhutanan Sosial

3.546 Kepala Keluarga Penerima Manfaat

3 desa di provinsi bali

Pemegang Penetapan Hutan Adat 3 Organisasi

317 hektar Areal Perhutanan Sosial

3.878 Kepala Keluarga Penerima Manfaat

1 desa di provinsi kalimantan timur hingga tahun 2021

Pemegang Persetujuan 1 Organisasi

9.149 hektar Areal Perhutanan Sosial

109 Kepala Keluarga Penerima Manfaat

total pencapaian

Pemegang Persetujuan 30 Organisasi

45.082,68 hektar Areal Perhutanan Sosial

11.732 Kepala Keluarga Penerima ManfaatĀ 

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Muhammad Zuhdi

Pria kelahiran Bungo 06 November 1977 ini sudah aktif di dunia NGO sejak tahun 1996 sebagai aktivis Serikat Buruh Seluruh Indonesia Provinsi Jambi. Tahun 2000 mulai bergabung dengan Walhi Jambi sebagai Community Organizer. Pada tahun 2004-2006 menjadi Direktur Yayasan Keadilan Rakyat. Keaktifanya di dunia advokasi sosial dan lingkungan membawa pria yang akrab di sapa Cik Edi ini menjadi Sekretaris Forum Komunikasi Daerah yang merupakan forum multipihak dalam pengelolaan hutan pada Lembaga Ekolabel Indonesia, Tahun 2017 hingga 2019 tercatat sebagai koordinator Divisi IV penyelesaian Konflik Pokja PPS Provinsi Jambi, Tahun 2020 kembali terpilih menjadi salah satu sekretaris di Pokja PPS Provinsi Jambi. Ditetapkan sebagai Wakil Ketua di Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumberdaya Hutan Provinsi Jambi Periode 2020-2023. Saat ini juga tercatat sebagai anggota Sawit Watch, di Yayasan CAPPA dipercaya sebagai Kepala Sekretariat.


Here can be your custom HTML or Shortcode

This will close in 20 seconds

Fatmawati

Fatmawati, Perempuan yang lahir di salah satu desa yang berada di Kabupaten Tojo Una-una pada bulan Agustus 1994 merupakan seorang lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Aktif di berbagai organisasi kampus membawanya bertemu dengan berbagai pengalaman dan koneksi baru sehingga dirinya bisa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial baik yang bergerak di isu lingkungan maupun pendidikan. Pernah terlibat dalam program Sekolah Pemuda Penggerak sebagai fasilitator penelitian partisipatif masyarakat di bidang lingkungan dan pendidikan di Kepulauan Una-Una dan fasilitator dalam pembentukan Forum Anak di Kabupaten Banggai Laut. Selain itu, Fatma juga terlibat aktif mengedukasi anak dan Masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program seperti bijak dalam menggunakan plastik dan pengolahan sampah. Tergabung di Yayasan CAPPA dalam Program ā€œSehat Alam, Sehat Anakā€ Sebagai Fasilitator Anak, Gender dan Inklusi.


Here can be your custom HTML or Shortcode

This will close in 20 seconds

Add New Playlist